Rabu, 24 Maret 2010




ni beberap ahasil jepretan kamera sendiri,lumayan buat seorang amatiran...
hehe...

Senin, 22 Maret 2010

Jumat, 12 Maret 2010

disini kl mw banyak tumbuhan obat

Rabu, 10 Maret 2010

Getah Pepaya Atasi Kanker

Sabtu, 10 Januari 2009 | 11:03 WIB

TPG IMAGES

SETIAP bagian dari tumbuhan pepaya memiliki khasiat. Bahkan, getah pepaya yang terdapat di seluruh bagian tanaman, mulai dari buah, daun, batang, sampai akarnya, bersifat antitumor dan kanker. Ini karena lebih dari 50 asam amino yang terdapat di dalamnya.

Buah pepaya memiliki kadar serat yang tinggi. Itu sebabnya saat mengalami sulit buang air besar, pepaya adalah buah yang pas untuk dikonsumsi. Tentu, khasiat pepaya tak hanya pada buahnya saja. Linda misalnya. Ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta ini pernah membuat ramuan alami untuk mengatasi gejala cacingan pada anaknya yang berusia 3 tahun dengan memanfaatkan akar kering pepaya dicampur dengan bawang putih. Hasilnya tak kalah dengan obat cacing yang banyak dijual di toko.

Munaroh, juga ibu rumah tangga, pernah merasakan manfaat daun papaya untuk menambah nafsu makan anaknya yang sempat menurun setelah sakit. Hasilnya lumayan, berkat ramuan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir yang kemudian diblender dan disaring guna diambil airnya untuk diminumkan, nafsu makan anaknya jadi bertambah.

Kandungan Papain
Buah, daun, dan akar papaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, dan gangguan haid. Sementara biji pepaya bermanfaat mengobati cacing gelang, gangguan pencernaan, masuk angin, dan diare.

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex) yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan papain bersifat antitumor atau kanker.

Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.

Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

Bentuk Kemasan
Di beberapa daerah, daging dimasak langsung bersama daun dan buah pepaya mentah untuk mendapatkan daging yang lunak dan mudah dicerna. Saat ini, getah yang terdapat dalam daun dan buah pepaya mentah diekstrak untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengempuk daging secara komersial. Tepung getah pepaya sebagai pengempuk daging banyak dijual dalam bentuk kemasan di super market atau di toko bahan kimia.

Penggunaan getah tersebut bisa dengan penyuntikan secara langsung pada ternak setengah jam sebelum disembelih agar dagingnya lebih lunak. Enzim papain akan menghidrolisis kolagen dalam daging, sehingga bentuknya menjadi kendur dan daging akan lebih empuk. Enzim papain inilah yang merombak protein (kolagen) menjadi beberapa bagian.

Dalam buku Taman Obat Keluarga edisi III terbitan Departemen Kesehatan disebutkan, pepaya termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan berbuah banyak. Di daerah tropis, pembuahan pertama dapat berlangsung kurang dari satu tahun dan kemudian berbuah sepanjang tahun. Jumlah buah bisa mencapai 50-150 per pohon setahun.

Jika selama ini Anda termasuk penggemar buah pepaya, tentu sepakat bahwa manfaat dan nilai gizinya bagi kesehatan sangatlah besar. Tidak sekadar memiliki serat tinggi, pepaya juga mengandung berbagai jenis enzim, vitamin, dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.

Hebatnya lagi, kandungan enzim papain dalam buah pepaya berfungsi mempercepat proses pencernaan protein. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah, tetapi hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri.

Meramu Idola Sepanjang Musim
Karena mudah dipelihara dan tidak mengenal musim, harga pepaya memang jauh lebih murah dibandingkan dengan buah lain. Meski harganya murah, manfaat yang dikandungnya ternyata sangatlah besar. Bahkan, setiap bagian tanaman, mulai dari biji, buah, daun, hingga getahnya, dapat dimanfaatkan untuk beragam keluhan. Tak heran, pepaya bisa disebut sebagai buah idola sepanjang musim.

Berikut beberapa contoh meramunya.

Biji
- Mengunyah satu sendok teh biji pepaya mentah dalam kondisi perut masih kosong setiap hari dapat mencegah dan membasmi cacing serta parasit lainnya. Biji pepaya ini dapat dipergunakan dalam keadaan basah maupun kering. Jika rasanya terlalu kuat, bisa dicampur dengan kurma atau madu. Bisa saja biji pepaya ini diblender dan dicampur dengan sedikit air, baru diminum. Sebagai program antiparasit, makanlah biji pepaya ini setiap hari selama seminggu, selanjutnya diulang dua minggu kemudian.
- Cara lainnya, ambil biji pepaya kering berupa serbuk 10 gram. Serbuk ini dididihkan bersama air 150 ml, sampai diperoleh larutan 75 ml setelah disaring. Hasil ini bisa diminum sekaligus dua jam sebelum makan malam.
Akar
- Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.
- Sebagai minuman penyegar, ambil dua potong akar dan satu lembar daun pepaya. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih, lalu saring. Bila perlu, campurkan madu atau jahe agar rasanya lebih segar.
- Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum.
Getah
- Untuk obat luka bakar maupun gatal-gatal di kulit (sebagai obat luar). Oleskan getah dari buah pepaya yang masih muda. Agar tidak terjadi infeksi, bersihkan dulu kulit sebelum diolesi.
- Sebagai pelunak daging, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.
Daun
- Sebagai pengontrol tekanan darah, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan 1/2 liter air hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis sebelum diminum layaknya teh.
- Untuk obat demam berdarah, campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak untuk kemudian didinginkan sebelum siap diminum.
- Obat nyeri perut saat haid, ambil 1 lembar daun pepaya, buah asam, dan garam secukupnya. Rebus hingga masak untuk kemudian dinginkan dan diminum dalam satu gelas.
Buah mentah
- Untuk memperlancar ASI, mengatasi sembelit, gangguan haid, maupun gangguan lambung, manfaatkan buah pepaya sebagai bahan dasar sayuran. Sayuran buah pepaya ini biasanya dimasak seperti halnya membuat sayur lodeh. Sebagai selingan, dapat dicampur dengan daging atau tempe. Jangan lupa, sebelum memasak, cuci buah untuk membersihkan kotoran dan mengurangi getahnya.
Buah masak
- Untuk meningkatkan asupan serat yang membantu menjaga organ pencernaan sekaligus memperlancar BAB. Dapat dimakan langsung atau dibuat jus dengan dicampur buah lain serta ditambah madu atau gula.

Pepaya, Buah Para Malaikat Kaya Vitamin dan Mineral

Selasa, 4 Agustus 2009 | 17:21 WIB

KOMPAS.com — Pepaya merupakan buah yang kaya vitamin dan mineral. Selain dikonsumsi langsung, pepaya biasanya dipakai sebagai campuran rujak, jus, dan es buah. Pepaya juga kerap dikonsumsi untuk mengatasi sembelit.

Buah pepaya atau yang disebut dengan Carica papaya L sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Christopher Columbus menyebut buah ini sebagai "the fruit of the angels", buah para malaikat. Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat dalam Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2, setiap 100 gram pepaya terkandung 450 miligram vitamin A, 74 miligram vitamin C, 86,6 gram air, 0,5 gram protein, dan 0,7 gram serat.

Berbagai vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya antara lain potasium, elektrolit yang penting bagi tubuh, dan kalsium yang bermanfaat bagi tulang. Mineral lain, seperti kalium dan magnesium, juga terkandung di dalam pepaya. Sementara itu, enzim papain-nya berfungsi memecah serat makanan sisa sehingga mempermudah buang air besar. Pepaya juga bermanfaat untuk mengobati lambung dan mengurangi panas tubuh.

Selain daging buahnya, daun pepaya juga berkhasiat. Selain untuk sayur dan lalap, daun pepaya bermanfaat untuk mengobati malaria, cacingan, sakit perut, meningkatkan nafsu makan, serta melunakkan daging. Bijinya bisa mengobati cacingan. Sementara itu, getah dan akarnya bisa mengobati sakit kandung kencing, bahkan digigit ular.

Daun Pepaya, Sumber Serat Pangan

Rabu, 25 November 2009 | 12:12 WIB


KOMPAS.com - Daun pepaya, walaupun rasanya pahit, dapat dioleh menjadi masakan yang enak. Cukup banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan dalam daun berwarna hijau itu. Dibandingkan dengan daging buahnya, kandungan vitamin A dan C daun pepaya jauh lebih tinggi.

Komponen lain yang menonjol pada daun pepaya ini adalah serat pangan. Berikut ini beberapa manfaat serat daun pepaya:

1. Konsumsi serat pangan yang tinggi (terutama dari daun pepaya) akan memengaruhi mikroflora usus sedemikian rupa, sehingga tidak menghasilkan senyawa karsinogenik penyebab kanker.

2. Serat pangan dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan ekskresi asam empedu dalam tinja. Hal tersebut akan menurunkan ketersediaan lemak dan kolesterol, sehingga dapat mencegah aterosklersosis dan penyakit jantung.

3. Serat pangan dapat mencegah sembelit. Di dalam saluran cerna, serat mampu menyerap air dalam jumlah cukup besar, sehingga massa tinja menjadi lunak dan tekanan dalam usus besar berkurang.

4. Serat pangan dalam daun pepaya sangat baik untuk menunjang program diet. Diet dengan makanan tinggi serat akan sangat membantu program penurunan berat badan. Serat pangan mempunyai kemampuan menyerap air yang cukup tinggi sehingga dapt mengingat zat-zat gizi yang teleh disederhanakan oleh enzim pencernaan.

Zat-zat gizi yang larut dan terikat pada serat, selanjutnya akan dikeluarkan melalui tinja. Keadaan tersebut mampu mengurangi ketersediaan zat-zat gizi bagi tubuh, sehingga dapat menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

5. Serat pangan mampu menyerap air dan mengikat glukosa, sehingga mengurangi ketersediaan glukosa. Diet cukup serat juga menyebabkan terjadinya kompleks karbohidrat dan serat, sehingga daya cerna karbohidrat berkurang. Keadaan tersebut mampu meredam kenaikan glukosa darah dan menjadikannya tetap terkontrol.

Daun Pepaya, Senjata Baru Pelawan Kanker

Kamis, 11 Maret 2010 | 09:43 WIB

Daun Pepaya

JAKARTA, KOMPAS.com — Di balik rasanya yang pahit, ternyata daun pepaya menyimpan manfaat sebagai zat pelawan kanker. Oleh para ahli, kehebatan daun pepaya dalam melawan berbagai jenis tumor di tubuh ini disebut sebagai ”sangat mengagumkan”.

Adalah peneliti Nam Dang dari Universitas Florida dan rekannya dari Jepang yang memublikasikan temuannya mengenai manfaat ekstrak daun pepaya untuk melawan kanker serviks, payudara, liver, paru, dan pankreas. Para peneliti menggunakan ekstrak daun pepaya yang sudah kering dan dimanfaatkan sebagai teh daun pepaya.

Dalam riset yang dilakukan Dang diketahui, ekstrak daun pepaya akan menghasilkan molekul yang disebut Th1 tipe sitokin yang membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini akan mendukung terapi yang memanfaatkan sistem imun untuk melawan kanker.

Para ahli mengatakan, ekstrak pepaya tidak memiliki efek toksik pada sel normal sehingga lebih aman daripada terapi kanker pada umumnya. Dalam penelitiannya, 10 tipe kultur sel kanker dipajan dengan ekstrak daun pepaya untuk kemudian diamati selama 24 jam. Ternyata, pepaya memperlambat pertumbuhan sel tumor pada semua jenis tipe kanker.

Selain dikonsumsi sebagai buah, pepaya juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional, khususnya oleh suku Aborigin di Australia, penduduk Vietnam, dan beberapa negara Asia lainnya.

Senin, 08 Maret 2010

tangkuban parahu





aku dan tamanku,serasi ga?banyak sekali hal2 menarik yang kadang terlewatkan untuk diabadikan.disini hanya sebagian kecil yang berhasil saya abadikan dan berbagi dengan anda

sakah satu sisi kawah gunung tangkuban parahu,bagus ya..

hasil yang didapat

Tabel 1. Anggota orchidales yang ditemukan di daerah jelajah
No Genus Spesies
1 Acriopsis Acriopsis javanica
2 Agrostophyllum Agrostophyllum sp1
3 Agrostophyllum sp2
4 Apendiculata Apendiculata ramosa Bl.,Bijdr
5 Angraecum Angraecum mahavahens
6 Bulbophyllum Bulbophyllum vaginatum (Lindl.) Rchb.f
7 Bulbophyllum sp
8 Calanthe Calanthe sp
9 Coelegine Coelegyne incrassata Bl Lindl
10 Dendrobium Dendrobium paniferum J.J.Sm
11 Eria Eria oblitterata
12 Eria sp1
13 Eria sp2
14 Gastrochilus Gastrochilus sororius
15 Nephelaphyllum Nephelaphyllum tenuiflorum Bl.,Bijdr
16 Oncidium Oncidium cebolleta
17 Phalaenopsis Phalaenopsis sumatrana-alba Korth. & Rchb.f
18 Pholidola Pholidota carnea (Bl.) Lindl.
19 Pholidola chinensis Lindl
20 Spatoglotis Spatoglotis sp

kegunaan penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai salah satu sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman materi pokok fungi pada siswa SMA kelas X semester 1. Kompetensi dasar yang harus dicapai siswa pada materi pokok fungi (jamur) menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah siswa mampu mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan kajian literatur, serta peranannya dalam kehidupan.
Untuk mencapai kompetensi dasar tersebut, seorang guru dalam kegiatan belajar-mengajar harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar. Jadi, metode adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan (Djamarah dan Zain, 2006).
Selian itu guru juga harus pandai dalam memilih sumber belajar. Karena dalam proses belajar mengajar ada sejumlah nilai yang disampaikan kepada anak didik. nilai-nilai itu terambil dari berbagai sumber yang dipakai dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar adalah sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang (Winataputra dan Ardiwinata, 1991: 165 dalam Djamarah dan Zain, 2006). Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan adalah alam lingkungan (Roestiyah, N.K., 1989: 53 dalam Djamarah dan Zain, 2006). Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran materi Fungi adalah Gunung Betung.
Materi dari hasil penelitian dapat disampaikan dengan metode karya wisata salah satu metode yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung, yang meliputi manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lain. Dengan mengamati secara langsung maka anak akan memperoleh kesan yang sesuai dengan pengamatannya.

Setelah dilakukan perencanaan yang matang, karya wisata dapat dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 x 45 menit. Sebelum karya wisata dilakukan siswa terlebih dahulu dibagi dalam kelompok kerja dan diberi penjelasan singkat tentang konsep yang akan dipelajari. Pada saat pelaksanaan siswa secara langsung melakukan penjelajahan dan pangamatan langsung pada objek di Gunung Betung di ketinggian 600 m dpl.

Dilokasi siswa langsung melaksanakan pengamatan dengan menggunakan LKS dan hasil penelitian sebagai penuntun kerja dan penunjang. Menurut Sudjana (1991) penyampaian materi dengan menggunakan LKS menyebabkan siswa menjadi lebih aktif. Dengan demikian hasil belajar siswa diharapkan menjadi lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan media tersebut. Siswa menginventarisasi jamur, kemudian mangamati bagaimana ciri-ciri jamur yang ditemukan selanjutnya didiskusikan untuk mencari klasifikasi dan peranan jamur tersebut di alam khususnya di Gunung Betung. Setelah mendapatkan hasil, siswa dituntut dapat mengkomunikasikan laporan hasil pengamatannya.

Pada akhir kegiatan belajar mengajar dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk mengetaui tingkat keberhasilan siswa dalam menyerap materi yang telah diberikan. Evaluasi diberikan dalam bentuk soal yang berisi pertanyaan mengenai ciri-ciri dan peranannya bagi kehidupan.

taman hutan raya

Taman hutan raya adalah kawasan pelestarian alam yang ditujukan untuk mengoleksi tumbuhan dan/atau satwa alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi. Indonesia telah menetapkan luas Taman Hutan Raya sebesar 237.373,50 hektar yang tersebar di 11 lokasi, antara lain: Sumatra, Jawa Barat, JawaTimur, Kalsel, Bali, Sulawesi, dan NTT (Arief, 2005 : 75).Hutan Konservasi Gunung Betung atau lebih dikenal dengan nama Taman Hutan Raya Wan Abdurrahman ( Tahura War ) merupakan salah satu kawasan hutan konservasi di Propinsi Lampung. Dijadikannya hutan ini sebagai hutan konservasi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 408 tahun 1993. Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2001, pengelolaan kawasan hutan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan Propinsi dengan Surat Keputusan Gubernur No. 3 Tahun 2001. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang ditugaskan mengelola hutan ini adalah UPTD Taman Hutan Raya Wan Abdurahman (Dephut, 2007 : 2).

Letak kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman terletak disebelah barat Kotamadya Bandar Lampung, secara administrasi pemerintahan terletak di Kecamatan Teluk Betung Barat dan Tanjung Karang Barat (Kotamadya Bandar Lampung), Kecamatan Padang Cermin, Way Lima, Kedondong dan Gedung Tataan, Kabupaten Lampung Selatan (Dephut, 2007 : 2).

Luas Gunung Betung Tahura WAR adalah 900 Ha. Secara geografis Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman terletak pada 050 .18 sampai 050.29’ LS dan 1050.02’ sampai 1050.14’ BT. Iklim pada kawasan ini adalah iklim tipe B dengan curah hujan sebesar lebih kurang dari 1.106 mm/tahun (BPP Stasiun Pengamatan Padang Cermin, Lampung Selatan). Topografi kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman ini adalah sebagian kecil datar sampai landai dan sebagian besar bergelombang sampai dengan bergunung-gunung dengan ketinggian 1240 - 1681 m dpl (Dephut,2007 : 2).

Kawasan ini memiliki tipe iklim B menurut klasifikasi iklim Schmitd-Ferguson. Rata-rata jumlah hari hujan berkisar antara 4,7 hari/bulan (September) sampai 17,8 hari/bulan (Januari), dengan suhu rata-rata tahunan berkisar antara 20,8 oC – 22,5 oC. Secara hidrologis Tahura WAR berperan sebagai cathcmen area (serapan air) bagi daerah Bandar lampung dan sekitarnya. PDAM Way Rilau memanfaatkan sumber air dari daerah ini. Berdasarkan wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), Tahura WAR termasuk kedalam DAS Way Sekampung. Selain itu juga terdapat 64 buah air terjun di kawasan ini, diantaranya air terjun Pantries, Fajar Bulan, Talang Mulya, Talang Curup, Talang Mesir, Talang Teluk, Talang Rabun, Sinar Tiga, Bidadari, dan Penyarian (Dephut,2007 : 2).

pengumpulan data

Survei inventarisasi Orchidae dilakukan untuk mengenali spesies Orchidae yang ada di Tahura WAR Gunung Pesawaran. Luas hutan primer gunung pesawaran adalah ± 667.315 m2 (Anonim, 2008; 1) jadi luas plot pengamatan adalah 66.7315 m2 atau 67.000 m2 luas ini adalah 10% dari total luas hutan primer pesawaran.

Metode survei yang dilakukan adalah metode jelajah, menulusuri rute jalan setapak di Tahura WAR Gunung Pesawaran sepanjang 15 km (list transek). Pada penelitian ini menggunakan 3 transek. Panjang tiap transek adalah ±5 km mengikuti jalur jalan setapak dimulai dari awal memasuki lokasi penelitian. Tiap transek dibagi menjadi 5 plot. Setiap 1.000 m dibuat plot-plot tegak lurus sepanjang 50 m ke kanan dan 50 m ke kiri. Gambar transek dapat dilihat pada gambar 7.
5.000 m



Pengambilan data dilakukan dengan pegamatan langsung terhadap setiap angggrek yang ditemukan pada daerah jelajah dicatat ciri-ciri morfologinya. Selanjutnya melakukan dokumentasi, dengan cara melakukan pemotretan sampel dan kondisi lingkungan sekitarnya dengan menggunakan kamera digital, serta melakukan pengukuran kondisi lingkungan yaitu Intensitas cahaya, kelembaban udara, dan suhu. Kelembaban udara diukur dengan menggunakan higrometer, suhu diukur menggunakan termometer, dan Intensitas cahaya diukur dengan luxmeter. Sebelum dilakukan pengukuran dilakukan kalibrasi alat. Pengukuran kondisi lingkungan dilakukan dengan tiga kali pengulangan, sebelum dilakukan pengukuran dilakukan kalibrasi alat.

abtrak

ABSTRAK
INVENTARISASI ORCHIDALES DI GUNUNG PESAWARAN TAMAN
HUTAN RAYA WAN ABDURRAHMAN BANDAR LAMPUNG
(Sebagai Bahan Pengayaan Materi Keanekaragaman
Hayati SMA Kelas X Semester 1)


Oleh
SRI MULYANTO

Tanaman anggrek merupakan tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis dan banyak digunakan sebagai tanaman hias. Keberadaan tumbuhan yang bernilai ekonomi tinggi merupakan daya tarik tersendiri bagi penggemar tanaman hias untuk berkunjung ke hutan pendidikan Tahura WAR. Sampai saat ini belum ada data yang pasti mengenai jumlah spesies anggrek liar yang terdapat di Lampung terutama di Tahura WAR Oleh karena itu perlu dilakukan inventarisasi untuk mengetahui jenis-jenis angrek tumbuh di Gunung Pesawaran.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies anggota Orchidales yang terdapat di Tahura Wan Abdulrahman Gunung Pesawaran dan dilaksanakan Agustus sampai dengan September 2008 bertempat di Tahura WAR hutan primer Gunung Pesawaran. Metode yang dilakukan adalah metode jelajah, menulusuri rute jalan setapak di Tahura WAR Gunung Pesawaran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik eksplorasi dan dokumentasi.
Berdasar pengamatam yang telah dilakukan didapat 20 spesies anggrek liar yang terbagi dalam 15 genus. Spesies-spesies tersebut yaitu Acriopsis javanica, Agrostophyllum sp1, Agrostophyllum sp2, Apendiculata ramosa Bl.,Bijdr, Angraecum mahavahens, Bulbophyllum vaginatum (Lindl)Rchb,f,
Bulbophyllum sp, Calanthe sp, Coelegyne incrassata Bl Lindl, Dendrobium paniferum J.J.Sm , Eria oblitterata, Eria sp1, Eria sp2, Gastrochilus sororius, Nephelaphyllum tenuiflorum, Oncidium cebolleta, Phalaenopsis sumatrana-alba, Pholidota carnea (Bl.) Lindl., Pholidola chinensis Lindl, dan Spatoglotis sp.

Kata kunci: Inventarisasi orchidaceae, hutan primer Gunung Pesawaran, pengayaan materi.

Kamis, 04 Maret 2010

KKI


keluarga baru KKI (Khusin Ryu M Karate-Do Idonesia)

orang cantik yang menawan


duh cantiknya..

BOTAK PUSING


orang botak yang lagi pening ya kya gni ni......

Hujan Bukan Penghalang




lihatlah semangat akhwat ini yang tak knal henti meski hujan begitu derasnya,tidak seperti yang lain yang sedang istirahat.

Jarong



kalu ini nama daerahnya jarong tapi ada juga yang menyebut dengan pecut kuda punya nama bagus Stacytapeta jamaecensis

Jamur Mata Sapi

warna tubuh buah coklat dengan warna bagian atas lebih muda dari bagian tubuh lain. tumbuh pada lapukan kayu atau daun-daun tempat lembab. bentuk bulat panjang dengan bagian atas cekung. banyak mengandung air pada tubuh buah. dapat dimakan sebagai sayuran. belum dapat referensi yang menyebutkan deskripsi dan klsifikasi jamur ini. jadi kalau ada yang puny info lengkap boleh juga..


jamur mata sapi (nama ilmiahnya ga tau, ada yang tau ga?)

Rambutan



ini bunga rambutan yang penuh dengan semut hitam dan kutu buah.

Persatuan


kalo kponakan dan sang paman bersatu, apapun tak dapat menghalangi..

Mati Lampu


ponakan lagi belajar pas mati lampu nh...
gni ni kalo lagi mati lampu...

Ibu.....................






ini foto ibu ku tercinta.ilv u mom....

Kampung






ini kampung halaman ku